tabung gas elpiji

KELEBIHAN GAS ELPIJI DIBANDING MINYAK TANAH

Ada banyak kelebihan gas elpiji 3 kg dibandingkan minyak tanah. Berikut ini adalah beberapa kelebihan gas elpiji.

Hemat waktu. Masak menggunakan LPG lebih cepat dibanding minyak tanah. Jika masak menggunakan minyak tanah membutuhkan waktu 1 jam,maka dengan gas elpiji anda hanya membutuhkan waktu setengah jam,jadi anda bisa menghemat waktu 2x lebih cepat.

Lebih bersih. Jika anda memasak menggunakan minyak tanah,biasanya dapur dan alat masakan anda gampang kotor dan rusak,karena pembakaran minyak tanah menyisakan gas hidrokarbon (jelaga),biasaanya warnanya bisa sampai hitam pekat. Lain halnya jika anda masak menggunakan gas elpiji,bisa dikatakan pencemaran nya sangat minim,sehingga dapur dan alat-alat masak anda menjadi lebih bersih dan awet.

Tidak bau. Selain kotor,aroma minyak tanah juga baunya sangat menyengat. Memang bau gas juga bau,tapi baunya hanya akan tercium jika ada kebocoran pada tabung atau selang dan regulatornya. Sedangkan kalau dalam keadaan normal,gas elpiji tidak mengeluarkan bau yang menyengat seperti minyak tanah.

Lebih praktis. Ketika anda memasak menggunakan kompor minyak tanah,untuk menyalakn kompornya saja agak ribet dan lama,pasti anda juga sudah faham. Tapi kalu menggunakan kompor gas,kita hanya tinggal menekan dan memutar knop nya saja,dan api pun langsung menyala. Jauh lebih praktis.

Lebih irit. Perbandingannya,untuk penggunaan minyak tanah perhari 1 liter,maka gas elpiji 3 kg bisa habis dalam waktu satu minggu. Kalau dikalkulasikan,gas elpiji jauh lebih irit. Jika sehari kita menghabiskan 1 liter minyak tanah,berarti seminggu kita menghabiskan 7 liter minyak tanah. Kalau di daerah saya,harga minyak tanah perliternya mencapai harga Rp.9.000,berarti seminggu menghabiskan uang untuk membeli minyak tanah adalah 7xRp.9.000=Rp.63.000. sedangkan kalau menggunakan gas elpiji,seminggu menghabiskan satu tabung (3 kg),dan harganya,kalau di tempat saya hanya Rp.15.000. Berarti,dalam seminggu kita bisa menghemat pengeluaran Rp.63.000-Rp.15000=Rp.48000. Kalau sebulan,berarti kita menghemat 4xRp.48.000=Rp.192.000. Jumlah yang cukup besar,bukan?

Ramah lingkungan. Penggunaan minyak tanah menghasilkan gas atau asap hitam (polusi udara),sementara kalau menggunakan gas elpiji,polusinya sangat minim,bahkan nyaris tidak ada.

Ringan isi ulangnya. Selain ringan harganya (murah),gas elpiji juga lebih ringan untuk ditenteng oleh para ibu. Berat tabungnya (kosong) hanya 5 kg ditambah berat gas nya 3 kg. Berarti,berat keseluruhannya hanya 8 kg. Jadi ibu-ibu tidak perlu minta bantuan suaminya untuk megisi ulang tabung yang 3 kg.

Menghemat anggaran (subsidi) Negara untuk BBM. Stok minyak tanah semakin hari semakin menipis,akibatnya harga minyak dunia semakin hari semakin meningkat. Sementara,pemerintah mensubsidi BBM (minyak tanah,premium dan solar) tiap tahunnya mencapai angka diatas 50 trilyun. Dari ketiga bahan bakar ini,yang mendapat subsidi paling banyak adalah minyak tanah (lebih dari 50%). Dengan adanya program konversi minyak tanah ke gas elpiji,ternyata mampu menghemat anggaran Negara 15-20 trilyun per tahun. Wow…cukup fantastis,bukan? Selamat buat pemerintah yang sudah berhasil melaksanakan program konversi minyak tanah ke gas elpiji ini. 

 

Jadi kesimpulannya,gas elpiji jauh lebih baik disbanding minyak tanah.

Comments:
Name
Email
Comment
 
Note : Your email will not be shared or viewed.

era
26-03-2014
Good

diya
19-02-2014
Good

Blank
10-01-2014
Catatan tdk bsa di copy??


[1]


Copyright 2011 royciesta.com
royciesta.com | Privacy Policy And Disclaimer | Contact Us | Sitemap